ProDana Plus (Nabung sekarang, nikmati nanti)

ProDana Plus di MANULIFE INDONESIA, adalah salah satu produk terlaris. Produk ini tiada tandingannya di perusahaan asuransi lainnya. Karena bentuknya endowment dan tidak ada unsur investasinya, maka hasil yang didapat di tahun tertentu merupakan NILAI yang TERJAMIN... kalau Anda cek di Polis, pasti nilai sekian tertulis dengan jelas, dan akan diberikan kepada Anda.

Asuransi ini ditujukan untuk menciptakan wadah tabungan bagi semua individu yang telah bekerja. Tabungan ini nantinya akan dinikmati pada saat Tertanggung masih hidup. Jadi uangnya bukan diberikan ke ahli waris, tapi kepada penabung. Dengan Uang Pertanggungan yang diterima sebanyak 2 kali, tentu membuat ProDana Plus menjadi produk yang sangat menarik.

Uang Pertanggungan yang dipilih, akan diterima 2 kali, yaitu
1. Pada saat usia mapan (bisa pilih 45, 50, 55, 60)
2. Pada saat usia 70 tahun

Ditambah 2 fitur unggulan yaitu santunan setiap tahun dari usia mapan yang dipilih hingga usia 70 tahun, dan bonus asuransi jiwa, membuat produk ini semakin memikat hati. Bonus ini diberikan gratis tanpa menarik tambahan premi kepada klien.

Bonus akan diberikan kepada ahli waris jika klien meninggal dunia. Artinya jika Anda sebagai klien meninggal dunia di antara usia mapan dengan usia 70 tahun, anak-anak Anda akan menerima 3 kali Uang Pertanggungan plus santunan tahunan sampai tahun dimana seharusnya usia Anda 70 tahun. Benefit semakin besar jika Anda meninggal sesaat setelah masa pembayaran premi selesai. Sejak Anda meninggal hingga tahun dimana seharusnya usia Anda 70 tahun, anak-anak Anda akan menerima santuan tahunan tersebut, diluar Uang Pertanggungan yang akan diterima sebanyak 3 kali.








Simulasinya :

bu Shinta, 35 tahun, tidak merokok, memilih usia 55 sebagai usia mapannya. Rencananya, di usia 55, ia ingin jalan-jalan keliling Eropa. Ia memilih Uang Pertanggungan Rp 100.000.000,-

Setelah dihitung Premi yang harus dibayarkan = Rp 7.710.000,- per tahun.
Masa Pembayaran Premi = 15 tahun.
TOTAL pembayaran Premi = Rp 115 juta

Pada usia 55, Ibu Shinta akan mendapatkan Uang = Rp 100jt
Pada usia 56 hingga usia 69, setiap tahunnya, Ibu Shinta akan mendapat Rp 9jt.
Artinya, dia mendapat 14 x Rp 9jt = Rp 126jt
Dan yang terakhir, usia 70 tahun, ia mendapatkan Uang Pertanggungan lagi sebesar Rp 100jt.

Total dana yang akan Ibu Shinta dapat selama usia pensiun = Rp 100jt + Rp 126jt + Rp 100jt = Rp 326jt.

Hemmm, padahal tadi Ibu Shinta bayar Rp 115jt kan? eh tabungan totalnya bisa melebihi dari itu..

Lantas mengenai bonusnya.. asuransi jiwa.
Contohnya begini, Ibu Shinta pada usia 68 tahun meninggal dunia. Sesuai kesepakatan yang tertera di Polis, ahli waris Ibu Shinta akan mendapat Uang Pertanggungan Rp 100 juta, dan selanjutnya sesuai rencana, pada tahun dimana usia Ibu Shinta seharusnya berusia 70 tahun, Manulife akan memberikan Rp 100 juta lagi.

Jadi setelah Ibu Shinta menikmati Rp 100 juta pada usia 55 tahun, ahli warisnya pun menerima 2 kali Uang Pertanggungan yang masing-masing sebesar Rp 100 juta. Total yang didapat oleh Klien dan ahli waris sebesar Rp 426 juta. Yaitu 3 x Rp 100 juta plus 14 x Rp 9 juta. (Download proposal Ibu Shinta klik disini)

Begini aja deh, Anda tidak usah melihat jumlah 3 x UP tersebut. Jika Anda tidak meninggal dunia hingga usia 70 tahun, Anda sudah mendapatkan tabungan plus bunganya kan? dan tidak sedikit loh bunganya, dua kali lipat.. dan itu DIJAMIN loh.. sekali lagi DIJAMIN.. pasti dibayarkan sejumlah itu.

Bagaimana produk ProDana Plus-nya?

Devi Dimitra
Manulife Financial

[+/-] Selengkapnya...

Portofolio Investasi : REKSADANA (Bagian 5)

Memilih portofolio reksadana itu gampang-gampang susah. Selain karena sangat banyak reksadana yang dijual di Indonesia (belum termasuk reksadana di seluruh dunia), memilihnya pun harus sesuai dengan kepribadian anda. Tetapi anda tidak perlu khawatir, beberapa langkah di bawah ini akan membantu anda untuk memilih salah satu yang tepat.

• Seleksi

Dengan rencana yang tersusun matang, sekarang saatnya untuk mempersempit pilihan anda. Misalnya, jika anda telah mengetahui bahwa anda lebih cocok untuk investasi berjangka pendek (atau berisiko rendah), maka anda harus menghapus semua reksadana yang dapat diklasifikasikan sebagai berjangka lebih panjang (atau berisiko lebih tinggi)

Dengan menyingkirkan semua reksadana yang tidak sesuai dengan pilihan anda, seharusnya anda sekarang telah memiliki pilihan yang lebih sedikit hingga berarti juga lebih mudah untuk diperbandingkan. Jika belum, maka rencana anda mungkin masih terlalu umum dan perlu dibuat lebih spesifik lagi.

• Perbandingkan
Kinerja masa lalu biasanya adalah kriteria yang paling sering digunakan untuk membandingkan tiap reksadana. Tetapi, kinerja masa lalu juga mungkin biasanya adalah merupakan indikator yang dapat dianggap berlebihan dalam penilaian kesuksesan yang akan dicapai oleh suatu reksadana di masa depan. Bahkan pihak bank agen penjual maupun manajer investasi telah dengan jelas mengindikasikan dalam prospektusnya bahwa "Kinerja masa lalu bukan merupakan jaminan akan kinerja di masa depan." (Mereka memang diwajibkan untuk menulis hal tersebut, tetapi terkadang tetap saja lucu mengingat bahwa mereka mencetaknya tepat pada bagian setelah secara tidak langsung mereka mengklaim bahwa reksadananya adalah yang terbaik di dunia).

Apakah ini berarti bahwa kita dapat benar-benar mengabaikan kinerja masa lalu ? Tidak. Kinerja masa lalu masih tetap merupakan salah satu pengukuran terbaik mengenai seberapa bagusnya reksadana tersebut. Tetapi, kita seharusnya melihat kinerja masa lalu dengan faktor-faktor non-kuantitatif lain seperti:
o Bagaimana filosofi investasi dari manajer investasi tersebut ?
o Apakah industri dimana reksadana tersebut berinvestasi sedang dalam keadaan berkembang atau sudah jenuh ?
o Bagaimana kecocokan tujuan dari reksadana yang bersangkutan dengan tujuan anda sendiri ?

Sekali lagi, jangan hanya melihat pada kinerja masa lalu satu-satunya. Setelah melakukan perbandingan, anda seharusnya sekarang telah dapat mempersempit pilihan anda lebih jauh lagi.

• Biaya
Mungkin salah satu cara yang paling banyak digunakan untuk memilih suatu reksadana adalah dengan mengambil yang termurah. Alasannya adalah bahwa dengan semakin rendahnya biaya, semakin kecil juga tingkat pengembalian yang diperlukan agar anda dapat memperoleh profit (profit = imbal hasil - biaya).

Seberapa bagus alasan ini ? Sama seperti yang lainnya, cukup bagus. Pikirkan seperti ini, tidak akan pernah ada seorangpun dapat memprediksikan kinerja suatu reksadana di masa depan. Tetapi, satu hal yang sudah pasti adalah berapa banyak biaya yang akan dikenakan oleh suatu reksadana untuk biaya pembelian dan biaya manajemen tahunan. Jadi, masuk akal untuk memilih biaya rendah sebagai salah satu dari beberapa kriteria yang penting.

Memilih Manajer Investasi Yang Tepat

Manajer investasi juga ada banyak. Lalu bagaimana memilih salah satunya? Berikut ini adalah cara-cara yang umum digunakan untuk menilai manajer investasi:

• Kinerja masa lalu
Meskipun hampir semua reksadana mencantumkan dalam prospektusnya bahwa kinerja masa lalu bukan jaminan atas kinerja masa depan, tetapi kinerja masa lalu tetap merupakan alat penilaian yang sangat baik. Sebaiknya perhatikan reksadana yang telah memiliki kinerja masa lalu paling tidak selama 3 tahun. Jika reksadana tersebut memberikan tingkat pengembalian yang stabil selama itu, maka itu adalah indikasi yang baik mengenai kemampuan manajer investasinya.

• Jumlah dana kelolaan
Biasanya semakin besar dana yang dikelola, semakin sukses pula manajer investasinya. Tetapi ukuran jumlah itu juga bersifat relatif. Bisa jadi manajer investasi yang memiliki dana kelolaan lebih kecil malah lebih sukses dibandingkan yang memiliki dana kelolaan besar. Indikasi yang lebih baik adalah dengan melihat konsistensi pertumbuhannya.

• Nama besar dan pengalaman
Anda perlu memperhatikan nama besar dan pengalaman dari manajer investasi tersebut. Jika manajer investasi tersebut memiliki track record yang bagus, maka besar kemungkinan bahwa ia juga akan memiliki kinerja yang bagus untuk reksadana yang ditanganinya sekarang.

Kesimpulan

Kinerja masa lalu bukan jaminan untuk kinerja mendatang, tapi tetap merupakan indikasi terbaik yang harus diperhatikan. Pada akhirnya, anda masih tetap harus melakukan sedikit riset pasar, khususnya pada sektor dimana anda ingin berinvestasi.

Dalam pasar yang sedang mengalami kenaikan (bull market), bahkan manajer investasi terburuk pun dapat memberikan keuntungan yang lumayan. Jadi menemukan pasar yang tepat bisa jadi lebih penting bagi investor agresif ketimbang menemukan manajer investasi yang tepat. Tapi tentu saja, yang terbaik adalah jika anda dapat menemukan keduanya.

[+/-] Selengkapnya...

Portofolio Investasi : REKSADANA (Bagian 4)

Ada banyak pengukuran toleransi risiko yang akan memberikan anda beberapa pertanyaan untuk dapat menentukan profil risiko anda. Pada umumnya mereka akan memberitahukan apa yang sebenarnya sudah anda ketahui. Banyak di antara kita yang sudah cukup mengetahui sebenarnya risiko seperti apa yang dapat kita terima sehingga kita tidak memerlukan test semacam itu lagi untuk dapat mengetahuinya.

Tetapi yang perlu anda sadari adalah, bahwa beberapa situasi tertentu dalam kehidupan mungkin akan benar-benar menekan anda sehingga anda tidak bisa lagi mendapat tekanan begitu hebat dari sisi reksadana. Ini adalah lebih tentang risiko seperti apa yang sanggup anda terima dalam situasi tersebut.
Berikut ini adalah faktor-faktor yang menentukan risiko yang sanggup anda terima:

• Jangka waktu (usia)
Semakin panjang jangka waktu (atau semakin muda usia anda), maka akan semakin besar risiko yang dapat anda terima. Semakin panjang waktu yang anda miliki, semakin mampu anda untuk mengarungi siklus dan gejolak pasar, sehingga anda tidak perlu terpaksa menjual di saat merugi, tapi selalu dapat menunggu hingga saatnya profit. Juga kekuatan compounding akan meningkatkan nilai portfolio anda seiring dengan berlalunya waktu.

Kebalikannya adalah, semakin sedikit waktu yang anda miliki (atau semakin tua usia anda), maka semakin sedikit risiko yang dapat anda terima. Jika anda sudah dekat dengan masa pensiun, maka yang terbaik adalah anda menginvestasikan dana anda dalam reksadana yang bersifat konservatif. Ini karena anda tentunya tidak ingin berada dalam situasi sangat memerlukan dana tersebut di saat pasar sedang dalam keadaan menurun. Anda dapat dipaksa oleh keadaan untuk menjual aset anda di saat yang tidak menguntungkan tersebut.

• Transisi risiko
Saat jangka waktu investasi anda telah dekat, anda harus menurunkan tingkat risiko investasi anda. Misalnya, saat ini anda telah memiliki investasi berpotensi keuntungan tinggi tetapi juga berisiko tinggi, untuk 20 tahun. Pada tahun ke-15, adalah hal yang bijaksana untuk menurunkannya ke tingkat menengah, dan kemudian menurunkannya lagi ke tingkat rendah pada tahun ke-18. Dengan cara ini anda dapat tetap mempertahankan keuntungan yang telah didapat pada tahun-tahun sebelumnya.

• Tabungan
Jika anda telah memiliki tabungan paling tidak senilai 4 - 6 bulan gaji, maka anda akan lebih sanggup untuk dapat berinvestasi dalam investasi berisiko tinggi. Di saat darurat, anda masih memiliki cukup dana cash sehingga anda tidak perlu untuk melikuidasi investasi anda. Jika anda belum memiliki sejumlah dana cash ini, maka anda lebih baik menempatkan investasi anda pada tingkat risiko yang rendah. Sewaktu-waktu anda memerlukannya, besar kemungkinan anda tidak akan mengalami kerugian karena penurunan nilai.

• Gaya hidup
Perhatikan baik-baik gaya hidup anda. Pensiun seperti bagaimana yang anda inginkan? Atau untuk tujuan apa anda berinvestasi? Jika anda sudah merasa puas dengan sebuah rumah sederhana saat pensiun, maka anda tidak perlu mengambil risiko tinggi, tanpa peduli berapa usia anda sekarang.

Tidak perlu berinvestasi dalam investasi berisiko tinggi hanya karena ikut-ikutan. Tentukan terlebih dahulu apa yang anda perlukan dan berinvestasilah sesuai dengan hal itu.

Secara umum, ada korelasi yang sangat erat antara tingkat risiko dan potensi keuntungan. Semakin tinggi tingkat risiko, maka semakin tinggi juga potensi keuntungannya. Perlu diperhatikan disini istilah "potensi" yang berarti juga tidak ada jaminan pasti. Instrumen berisiko tinggi terkadang juga mengalami kerugian besar.

Jadi anda harus berhati-hati untuk menentukan apakah situasi hidup anda cukup memungkinkan bagi anda untuk menerima kerugian seperti itu. Jika tidak, maka lebih baik anda memilih investasi pada tingkat risiko yang lebih rendah, tidak peduli seperti apa pun "selera" anda tentang risiko.

[+/-] Selengkapnya...

previous